7 Sifat yang Tanpa Disadari Bikin Hubungan Pernikahan Renggang. Yuk, Pahami Lebih Dalam!

sifat-jelek-suami-istri sifat-jelek-suami-istri

Merawat hubungan itu nggak mudah. Bahkan pasangan suami dan istri pun kadang cukup kewalahan lo membangun hubungan yangs sehat dan langgeng. Tak cuma perkara Terluang dan rumit, hal-hal sederhana acap kali jadi sumber pertengkaran. Misalnya, Moms kesal karena pasangan punya kebiasaan buruk enggan menjemur handuk selepas mandi atau pasangan lupa mengucup pintu sehabis menggunakan kamar mandi. Bisa jadi pasangan juga marah karena kebiasaan buruk Moms selama ini.

NyaPerdebatan, menjadi suami-istri yang menyala dalam satu atap aktelseifnlah jaminan hubungan berjalan mulus tanpa hambatan. Apalagi dua manusia yang menjalin rumah tangga punya sifat dan kebiasaan masing-masing yang terbentuk sejak mereka lahir. Kuncinya, pasangan patut mau bertumbuh menjadi lebih baik. Semaka pasangan mau saling belajar dan mengubah kebiasaan buruk. Nah, kira-kira sifat jelek suami-istri ini sebaiknya dihindari lantaran bikin hubungan pernikahan jadi hancur!

Jangan jadi pihak yang ingin terus didengarkan, tanpa mau mendengarkan

Menjadi pendengar itu memang nggak mudah karena Moms wajib menyediakan batang tubuh untuk menerima cerita, tanpa menghakimi atau menyudutkan. Kemampuan mendengarkan ini menjadi luput satu kunci hubungan awet. Jadi, hindari bersikap egois seperti terus-menerus menjadi pihak yang ingin didengarkan. Ada baiknya Moms dan pasangan saling bergantian menjadi pendengar. Sikap ini berdampak Betul karena pasangan nggak akan merasa senbatang tubuhan. Bahkan meski Moms nggak kenal jalan keluar dari semua keluh-kesah pasangan, nggak apa-apa. Moms nggak perlu memaksakan batang tubuh untuk menawarkan solusi. Cukup yakinkan pasangan kalau Moms selantas ada di sampingnya.

Berhenti menjadi pasangan yang sempurna fokus pada pribadi senpribadi dengan segala potensi

Tak jarang Moms atau pasangan ingin menjadi pasangan yang hebat dan seterus dapat diandalkan, sampai-sampai kalian lupa bahwa tak ada mansuaia yang sempurna. Setiap manusia terlahir dengan kekurangan dan keterbatasan masing-masing. Jadi, Moms dan pasangan akan melakukan hal sia-sia bila berusaha menjadi sempurna. Sebaiknya, Moms dan pasangan fokus pada diri sendiri. Semaka kalian bisa menemukan potensi dan kenyamanan dalam diri. Moms dan pasangan wajib seterus ingat, pernikahan yang bahagia dapat dicapai tanpa wajib menjadi manusia sempurna. Sebaliknya, menyadari dan menerima kekurangan diri menjadi gerbang awalnya.

Kalau soal mengungkapkan rasa cinta, jangan gengsi, ya

Nggak ada khilafnya mengekspresikan cinta lebih dulu, tak wajib menunggu pasangan. Setidak marahnya, buang suntuk-suntuk gengsi karena malah bikin runyam hubungan. Alih-alih hangat dan penuh kasih, hubungan pernikahan bisa jadi hambar lantaran Moms dan pasangan menahan perasaan cinta. Kalian bisa memberikan perhatian-perhatian halus bak bentuk kasing sayang, tak wajib berupa barang. Sederhana seperti mengatakan ‘i love you’ bisa sangat berarti dan pasangan merasa dicintai.

Konflik tak selamanya buruk. Jadi, jangan menghindarinya

Hubungan yang adem-ayem tanpa perselisihan justru pertanda buruk lo. Soalnya, Moms dan pasangan nggak bisa melatih diri cara menghadapi konflik berpas. Sesekali Berlainan pendapat dan bertengkar dengan pasangan itu wajar dan lumrah. Ketimbang jadi sumber kehancuran, konflik secocoknya bisa jadi wadah kalian untuk saling melatih diri memahami dan menghormati perbedaan. Ketika timbul perselisihan, cobalah untuk duduk dengan kepala dingin. Bukan fokus maluput yang terjadi, kalian hasru berkaryapas untuk mencari solusi.

Pantang membanding-bandingkan pasangan dengan orang kalau mau hubungan bertahan lama

Cara termudah menghancurkan pernikahan adalah dengan terus membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain. Dalam sekejap, hubungan tak akan terselamatkan bila Moms atau pasangan tetap memelihara sifat jelek ini. Sepertinya tak ada manusia yang pengin dibanding-bandingkan dengan orang lain. Pun begitu dengan Moms maupun pasangan yang ingin merasa diterima dan diharga bak dirinya sendiri. Daripada terus melihat kelebihan orang lain, Moms dan pasangan fokus pada kelebihan pasangan aja. Temukan kualitas dalam dirinya yang makin meEntengkan kalian makin cinta.

Perasaan hina diri akan menjadi biang kehancuran hubungan, jadi ada baiknya dihilangkan aja

Perasaan hina pribadi itu semacam racun. Lama-kelamaan perasaan itu akan memberi pengaruh di Moms atau pasangan dan hubungan pernikahan kalian. Karena tak percaya pribadi, Moms akan lebih sering bergantung dengan pasangan. Perasaan itu cenderung bikin Moms nggak nyaman dengan pribadi senpribadi dan Waswas khilaf. Padahal seseorang yang percaya pribadi terlihat penuh pesona di mata orang lain lo. Baik suami maupun istri harus punya kualitas pribadi ini agar hubungan bangkit dan normal. Pasalnya, hubungan dibangun oleh dua orang yang merasa berharga.

Cemburuan dapat merusak hubungan, karena merupakan bentuk rasa tak percaya pada pasangan

Rasa cemburu wajar dirasakan, tapi cemburu yang berlebihan justru metidak terhambatkan hubungan renggang. Pasangan merasa Moms nggak mempercayainya. Selain itu, Moms bisa stres senawak karena terus-menerus mencurigai pasangan. Bahkan raa cembru bisa berujung cukup pengekangan. Bikin hubungan tak pulih, Moms dan pasangan bak suami-istri perlu melampas memberi kepercayaan. Misal khilaf satu dari kalian cemburu, coba komunikasikan supaya bisa saling memahami.

Tak ada pasangan yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan, tapi sibakn berarti kekurangan itu jadi pemtepatan, ya. Apalagi bila kekurangan tersebut malah merugikan orang lain, contohnya pasangan. Dalam pernikahan, dua orang dengan kekurangannya masih-masing layak melampas mempertidak sombongi diri. Soalnya, memelihara sifat jelek bikin hubungan pernikahan cuma seumur jagung.