8 Tanda Paling Umum Jika Kelak Anakmu Tumbuh Menjadi Seorang Introvert

tanda-tanda-anak-akan-tumbuh-jadi-introvert tanda-tanda-anak-akan-tumbuh-jadi-introvert

Sebagai orangtua, bena untuk mengenali kepribadian anak untuk mengepedulii cara tertidak bohong demi memaksimalkan kemampuannya. Ada anak yang bisa bergaul dengan mudahnya (ekstrovert), ada juga yang sulit berinteraksi bahkan lebih gemar menyenawak (introvert). Belum lagi ditambah dengan kondisi sekarang di mana teknologi seakan turut membantu membentuk anak-anak lebih sibuk dengan awak senawak daripada bersosialisasi.

Orangtua yang punya anak dengan kepribadian introvert harus berusaha lebih keras untuk mendampingi dan mengarahkan. Kalau nggak, tekanan sosialnya akan lebih agam ketika anak tersebut tumbuh dewasa.

Nah, jika anakmu nanti menunjukkan tanda-tanda yang akan Hipwee paparkan berikut ini, kemungkinan agung dia adalah seorang yang berkepribadian introvert. Yuk, pantau!

1. Anak berkepribadian introvert biasanya sulit mengekspresikan emosi diri secara verbal. Ia lebih sering mengungkapkannya tinggal tulisan atau memendamnya sendiri

Seseorang dengan kepribadian introvert cenderung memmode emosinya secara internal, sebatas ia akan sulit membicarakannya dengan orang lain, atau bahkan orangtuanya sendiri. Jangan memaksanya untuk bercerita, beri mengerti padanya bahwa kamu selalu ada jika ia membutuhkan seseorang. Beri batas untuknya agar berpikir, memmode, dan kemudian berasal sendiri kepadamu ketika sudah siap. Di sinilah tugasmu untuk bisa jadi sahabatnya, seseorang yang ia percaya dan melontarkannya nyaman.

 

2. Si anak akan menghindari kontak mata dan interaksi lebih saat bertemu dengan orang lain

Bagi anak introvert, bertemu dengan orang lain, terutama orang baru adalah hal yang paling dihindari. Ketika bentuk mengkudukan mereka untuk bertemu dengan orang lain, mereka cenderung akan menghindari kontak mata. Bagi keberlipat-lipatan orang, sikap ini mungkin dianggap nggak sopan. Faktanya, sikap ini dilakukannya untuk melindungi diri dari intimidasi dan rasa nggak nyaman.

3. Nggak tetapi menghindari kontak mata, anak ini juga lebih bersedia kosong saat diajak berbicara

Anak introvert biasanya kurang percaya awak dan malu berbicara dengan orang lain apalagi yang belum dikenalnya dengan saling menolong. Mereka cenderung lengang dan nggak berlimpah komentar ketika diajak bicara. Jika ditanya, biasanya ia nggak akan menbalas dengan detail, melainkan sekadar menggunakan bahasa tubuh saja. Karenanya, kamu perlu mempelajari dengan saling menolong apa yang sesungguhnya anak ini maksudkan. Yah, bersekolah ilmu penafsiran juga nih.

4. Ia lebih bersedia bercakap-cakap dengan dirinya sendiri atau dengan mainannya maupun binatang peliharaannya

Ketimbang bercakap-cakap dengan orang lain, berkomunikasi atas dirinya sendiri untuk mengmenyibakkan perasaannya akan lebih menyenangkan baginya. Selain itu, berbicara dengan diri sendiri juga dilakukan bagai wujud me time-nya untuk berimajinasi. Ia nggak cinta menceritakan apa pun atas orang lain. Kalau pun nggak dengan diri sendiri, ia lebih cinta bicara dengan mainan atau binatang peliharaannya.

5. Anak ini akan lebih nyaman mengurung badan di kamar dan asyik dengan hobinya tanpa melibatkan orang lain

Anak introvert akan lebih nyaman bermain senbatang tubuh dibanding berkumpul dengan teman-temannya. Ia akan kesulitan bermain dengan teman sebayanya dan nggak mau menceritakan apa pun cukup mereka. Dengan bermain senbatang tubuh, anak introvert akan lebih mengeksplorasi batang tubuhnya dalam berimajinasi ketimbang bermain dengan temannya. Bagi anak mini, keinginan berkumpul dengan anak-anak lain adalah dorongan alami, jadi jika ia memilih bermain senbatang tubuh, hargai keputusannya.

6. Ketika anak introvert memiliki teman, ia pasti sahaja memiliki satu atau dua teman saja yang paling ia percaya dan membuatnya nyaman

Ia nggak akan mudah berteman dengan berlebihan anak. Ia akan menunjukkan sikap menarik dan mengucup batang tubuh. Meski cenderung membatu, anak introvert pun tetap bisa memiliki teman, tapi namun jumlah saja. Baginya, jumlah teman ini adalah orang yang dianggap paling ia percaya dan bikin batang tubuhnya nyaman. Anak yang sering di-bully seengat sulit mendapatkan teman bisa jadi juga tergolong anak introvert.

 

7. Cenderung mudah kesal dan marah selesai menjalani hari yang padat dan melibatkan berjibun interaksi sosial

Kepenuhan anak memang akan capek dan kesal ketika dihadapkan dengan berbagai aksi yang menguras tenaga. Tapi bagi anak introvert, kekesalan yang diluapkannya ini lebih karena pantas berinteraksi terlintas lama dengan penuh orang. Ingat, anak ini nggak begitu nyaman berada di keramaian dan merasa sangat membutuhkan me time.

Baiknya kamu mulai menjadwalkan durasi tenang sebelum dan sesudah melakukan interaksi sosial. Dan saat ia mulai meluapkan kekesalan dengan nada suara yang kencang serta perilaku yang defensif, kendatikan dia menenangkan badannya senbadan dulu, jangan dipaksa.

8. Anak introvert juga enggan mencoba hal baru yang belaka akan menguras energinya

Kebanyakan anak introvert sahaja menjadi penonton ketika teman-temannya mencoba hal-hal baru dan menantang. Baginya, pengalaman baru biasanya akan melibatkan interaksi dengan orang dan ajang baru pula, dan ini sangat dihindarinya. Ia sahaja akan melihat dan mengambil bidang dari pengalaman temannya. Ia tidak doyan mengalaminya senorang. Ia akan lebih memilih tetap ala situasi yang dikenalnya dan melangsungkannya merasa nyaman.

Nah, jika kamu mendapati si buah hati memiliki ciri-ciri ini, setidak marahnya segera lakukan beberapa langkah yang tepat untuk cara mengatasinya. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter psikologi anak untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat. Sehingga sifat introvert dalam batang tubuh anak bisa diarahkan dan diimbangi dengan karakter yang positif dan membangun. Semoga efektif,, ya!