Rahasia Panjang Umur Orang Jepang

gambar tersebut menyebutkan rahasia panjang umur orang jepang gambar tersebut menyebutkan rahasia panjang umur orang jepang

Rahasia Panjang Umur Orang Jepang

Di antara negara-negara G7, Jepang memiliki angka harapan hidup tertinggi, khususnya untuk wanita. Bahkan, sejak tahun 1986, diketahui 1 dari 2000 warga Jepang bisa hidup hingga mencapai usia di atas 100 tahun. Rendahnya angka kematian di Jepang tentu membuat kita bertanya-tanya, apa rahasia panjang umur dan hidup sehat ala penduduk Negeri Matahari Terbit ini? Bagi wargaanya sendiri, tidak ada rahasia. Faktanya, semua orang sudah diajarkan sejak kecil. Dalam program pendidikan wajib Jepang, anak-anak diajarkan untuk makan makanan yang seimbang, menjaga kebersihan tubuh, dan olahraga setiap hari.

Berikut adalah fondasi dasar untuk memiliki umur panjang ala orang Jepang, yang meliputi diet sehat dan gaya hidup:

  1. Mereka diajarkan untuk tidak melewati waktu makan

Orang Jepang diajarkan untuk tidak melewati waktu makan, bahkan mereka diajarkan untuk makan 3 kali sehari, tapi hanya 80% kenyang, atau yang dikenal sebagai “hara-hachi-bun-me (????) untuk mencegah makan berlebihan dan obesitas. Orang Jepang juga diajarkan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang, meliputi protein, karbohidrat, vitamin, dan serat.

  1. Mereka mengonsumsi lebih banyak ikan

Orang Jepang lebih banyak makan ikan daripada daging, dan setiap individu mengonsumsi sekitar 80 gram ikan per hari. Ikan kaya akan asam lemak omega-3, vitamin D, vitamin B2, kalsium, zat besi, magnesium, dan potasium. Karena kandungan lemaknya lebih rendah daripada lemak daging, mengonsumsi ikan sangat bagus untuk mencegah penggumpalan darah dan tekanan darah tinggi.

  1. Mereka mengonsumsi lebih banyak sayur-sayuran

Secara tradisional, diet orang Jepang meliputi nasi, sayur dan ikan (dimakan dengan urutan seperti ini). Orang Jepang juga sangat suka fermentasi kedelai dan rumput laut, yang membuat tubuh mereka mendapat cukup asupan vitamin, mineral, dan fitonutrien.

  1. Makanan mereka selalu segar

Bahan makanan orang Jepang selalu dalam kondisi segar. Dan musiman. Karena Jepang terdiri dari kumpulan pulau-pulau kecil yang memiliki banyak kebun sayur, untuk mendapatkan sayuran segar langsung dari petani, Anda tidak perlu melakukan perjalanan yang jauh. Tidak hanya sayur-sayuran, kualitas ikan dan biji-bijiannya juga sama segarnya.

  1. Konsumsi produk kedelai

Kedelai kaya akan protein, kalsium, zat besi, dan serat, dan orang Jepang mengonsumsi banyak produk olahan kedelai seperti miso (pasta kedelai fermentasi), shoyu (kecap Jepang), dan tofu hampir setiap hari. Mengonsumsi kedelai meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan kadar kolesterol, dan mencegah kanker payudara pada wanita

  1. Mengonsumsi makanan mentah dan bumbu sederhana

Makanan yang dimasak dan diolah terlalu lama memiliki kandungan nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan makanan mentah, dan tidak seperti negara-negara lain, orang Jepang mengonsumsi makanan mentah hampir setiap hari. Beberapa makanan mentah yang dikonsumsi oleh orang Jepang adalah ikan mentah, yang bisa Anda temui dalam bentuk sushi dan sashimi, dan sayuran mentah seperti tsukemono(acar), atau salad.

Selain makanan mentah, orang Jepang membumbui masakan mereka dengan bumbu yang sederhana seperti kecap asin, dashi (kaldu), sake (arak beras), garam, dan gula, yang jauh lebih sehat daripada krim, mentega, dan keju.

  1. Budaya makan Ichiju-sansai

Ichiju-sansai, yang secara harfiah berarti “1 sup dan 3 lauk-pauk” adalah komposisi dasar washoku (masakan Jepang). Ichiju-sansai merupakan bagian dari diet tradisional orang Jepang yang diikuti oleh hampir semua keluarga Jepang. Menu ideal untuk “Ichiju-sansai” biasanya terdiri dari semangkuk nasi, sup dan acar, dan tiga jenis lauk. Lauk-pauk ini biasanya meliputi daging, ikan, atau sayuran yang direbus, ditumis, atau dibakar. Supnya sendiri bisa berupa sup miso, atau tonjiru (sup miso babi).

  1. Mereka lebih banyak berjalan kaki

Bagian dari keseharian orang Jepang adalah perjalanan bolak-balik dari rumah ke kantor dan pulang ke ruamh lagi. Mereka bangun pagi, berjalan ke stasiun, menunggu kereta datang, berjalan dari stasiun yang lain ke tempat kerja, begitu seterusnya setiap hari. Menggunakan transportasi publik adalah standar kehidupan di Jepang. Orang-orang naik sepeda, lalu melanjutkan dengan kereta, sementara mobil dianggap sebuah kemewahan. Untuk karyawan perusahaan tertentu, misalnya seperti Canon, mereka bekerja sambil berdiri.