Tanda-Tanda Sudah Saatnya Anda Ganti Karir

stress saat bekerja stress saat bekerja
Bagi kebanyakan orang, menemukan karir yang memuaskan tidak bisa dilakukan semudah menjentikkan jari. Hanya sedikit yang memasuki dunia kerja sudah mengetahui dengan tepat apa passion mereka. Menurut penelitian, rata-rata orang yang berusia 50 tahun pernah mengganti pekerjaan berbeda sebanyak 12 kali demi menemukan karir yang “cocok.” Bagi sebagian besar orang, hal ini membutuhkan perubahan karir sepenuhnya. Jadi, jika Anda mempertimbangkan perubahan karir, Anda tidak sendiri. Namun, merealisasikannya mungkin tidak bisa semudah itu. Bagi sebagian orang, hal ini berarti meninggalkan pekerjaan yang stabil untuk melangkah di jalan yang belum pasti. Sedangkan bagi yang lain, ganti karir di tengah jalan bisa berarti sebuah kemunduran. Ketahuilah, setiap tahap dalam karir Anda adalah ladang untuk belajar mengenal diri sendiri: bakat, minat, tantangan, dan nilai-nilai kerja. Pilihan karir yang mungkin Anda anggap "salah langkah" seringkali terbukti paling informatif dan transformasional dalam perjalanan menuju karir yang memuaskan. Sebenarnya, proses menemukan kecocokan dalam karir adalah hubungan dua arah. Perusahaan tentu lebih menyukai karyawan yang antusias, aktif, dan puas dengan posisi mereka, karena karyawan yang bahagia adalah karyawan yang lebih produktif. Namun, jika Anda merasa jalur karir yang sedang dijalani sekarang tidak tepat, artikel ini tepat buat Anda. Tanda-Tanda Sudah Saatnya Ganti Karir Anda apatis dan puas diri. Seiring berjalannya waktu, Anda merasa semakin jauh dari tujuan awal Anda saat memasuki bidang ini. Secara mental, Anda tidak berada “di sini”; kinerja Anda buruk, tenggat waktu meleset, dan Anda tidak bisa lagi berpura-pura antusias saat bekerja. Namun, Anda tahu Anda tidak selalu seperti ini. Ketika Anda sudah merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan setiap hari hanya terasa seperti rutinitas, tidak lagi terasa menyenangkan, bahkan jika Anda mendapat proyek baru yang dulunya selalu membuat Anda bersemangat sekalipun, mungkin inilah saatnya untuk ganti karir. Anda tidak merasa membuat kontribusi nyata. Rutinitas pekerjaan Anda selalu sama setiap hari, tidak ada tantangan atau sesuatu yang baru. Anda merasa waktu dan bakat Anda disia-siakan, dan keahlian terbaik Anda sama sekali tidak dimanfaatkan. Seiring waktu, Anda tidak lagi aktif mencari peluang baru untuk berkontribusi, dan kehilangan semangat kerja. Inilah saatnya untuk menemukan karir baru yang sesuai dengan skill Anda dan yang memberikan peluang untuk mengembangkan skill baru, serta memungkinkan Anda untuk memberikan kontribusi yang berarti. Karir seseorang seharusnya meningkatkan harga diri mereka, bukan menjatuhkannya. Anda malas berangkat kerja. Semua orang pernah mengalami hari-hari ketika bangun pagi terasa sangat berat dan menekan tombol snooze pada alarm merupakan pilihan yang lebih baik daripada mematikannya. Mungkin hal itu karena proyek yang sedang Anda kerjakan tidak menantang, atau gugup karena harus meeting dengan atasan. Namun, jika hal ini terjadi setiap hari, terutama saat akhir pekan hampir berakhir dan Anda sudah memikirkan betapa malasnya untuk berangkat kerja di hari Senin, sebaiknya Anda mulai memikirkan bidang pekerjaan lain apa yang mungkin lebih baik dan sesuai dengan passion Anda. Bahkan gaji besar tidak bisa menutup ketidakpuasan Anda. Penghasilan yang Anda dapatkan mungkin besar, tetapi pekerjaannya membosankan dan tidak menyenangkan. Mungkin dulu Anda pernah memutuskan untuk bertahan karena gaji, tetapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Anda selalu merasa waktu berjalan sangat lambat ketika sedang meeting. Atau ketika Anda kembali ke kantor setelah libur akhir pekan, Anda sudah menghitung hari menuju hari libur berikutnya. Meskipun Anda menikmati stabilitas yang diberikan oleh pekerjaan ini, Anda masih merasa menyia-nyiakan potensi yang dimiliki. Hal ini berarti Anda membutuhkan perubahan. Pekerjaan Anda memengaruhi kehidupan pribadi Anda. Pekerjaan seharusnya menantang, tetapi tidak menghabiskan tenaga. Jika Anda selalu letih, kurang tidur, sakit kepala, atau mengalami gejala fisik lainnya, ini mungkin cara tubuh Anda memberi tahu bahwa karir Anda tidak tepat. Stres berkepanjangan dapat memengaruhi hubungan Anda dengan orang di sekitar Anda. Jika Anda pernah ditegur karena sifat lekas marah dan suka mengeluh Anda, tinggalkan pekerjaan tersebut. Anda tentu tidak mau pekerjaan Anda mengubah Anda menjadi orang yang tidak bahagia atau getir. Anda membayangkan karir yang baru. Setiap break kerja, Anda memikirkan apa yang akan Anda lakukan “selanjutnya” dan bagaimana cara menyampaikan surat pengunduran diri. Anda lebih sering mengecek situs pencarian kerja daripada email kantor, dan Anda sering iri dengan karir teman Anda, penasaran bagaimana cara mereka hingga bisa mendapatkan pekerjaan yang "sempurna". Anda malu setiap kali menjawab pertanyaan “apa pekerjaan Anda?” karena Anda berharap mengerjakan sesuatu yang berbeda. Anda bahkan sempat berpikir untuk berhenti kerja, dan sepintas lalu sudah menyampaikan ide tersebut kepada rekan-rekan kerja. Pertanyaannya adalah, apakah Anda siap meninggalkan pekerjaan Anda "jika Anda bisa?" Jika ya, berarti ini saatnya.