Zoom Dysmorphia, Fenomena dan#8216;Filter Medsosdan#8217; yang Bikin Insecure

zoom-dysmorphia-is zoom-dysmorphia-is

SoHip, tahukah kamu terlintas fokus memperhatikan penampilan di layar monitor saat melakukan pertemuan daring?

Hal tersebut seadilnya cukup umum terjadi, apalagi di masa pandemi seperti saat ini intensitas pertemuan daring cukup sering terjadi. Mulai dari urusan pekerjaan, sekolah, pertemuan keluarga hingga kencan pun kadang dilakukan secara daring medahului panggilan video call atau menggunakan berbagi platform lainnya. Terdahulu sering melakukan pertemuan daring ternyata bisa menimbulkan fenomena Zoom Dysmorphia, lo.

Fenomena ini terjadi ketika seseorang terkemudian fokus dengan kekurangan penampilannya, kemudian menggunakan fitur-fitur yang dinilai bisa menangkupi kekurangan tersebut. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kecemasan dan kurang percaya diri saat menghadiri pertemuan secara langsung. Nah, supaya lebih jelas yuk simak ulasan Hipwee berikut soal Zoom Dysmorphia dan gimana cara mencegahnya!

Zoom Dysmorphia bisa disebut gangguan psikologis karena pada akhirnya bisa menimbulkan kecemasan dan kurang percaya diri yang berlebihan

Sebelum muncul fenomena Zoom Dysmorphia, dunia psikologi lebih dulu mengenal Body Dysmorphia Disorder atau Face Dysmorphia Disorder, tergantung bagian apa yang dipermaalpakan. Biasanya orang lebih fokus ala kekurangan diri saat berada di dalam foto. Melansir dari Psychology Today, Zoom Dysmorphia akan melontarkan seseorang merasa penampilannya terdistorsi di layar monitor saat melakukan pertemuan daring, berkenan membantu melampaui Zoom atau platform lainnya.

Fenomena ini biasanya muncul saat terkemudian sering memperhatikan kekurangan seperti pada wajah, hidung, mata dan sebagainya

Nah, demi menyempurnakan penampilan biasanya seseorang bergantung pada filter bak fitur penunjang dalam sebuah platform pertemuan daring. Saat terlampau sering fokus dengan kekurangan dan terlampau sering menyelesaikan masalah dengan filter, maka akan muncul masalah baru lagi.

Misalnya saja cemas karena kurang percaya diri ketika perlu menghadiri pertemuan di dunia nyata atau offline. Zoom Dysmorphia akan melontarkan seseorang khawatir berlebihan penampilannya akan dinilai buruk karena nggak bisa memakai filter seperti yang dilakukan saat  pertemuan daring. Secocoknya tanpa sering menggunakan filter pun Zoom Dysmorphia tetap bisa terjadi, sebabnya karena seseorang sangat biasa dengan tatap muka daring sehingga akan mencemaskan penampilan saat tatap muka langsung.

Tanda kalau kamu mengalami Zoom Dysmorphia dan segera butuh dihentikan sebelum menimbulkan gejala stres dan maluput mental lainnya

Memperhatikan penampilan di layar monitor saat pertemuan daring secocoknya wajar saja, bagaimanapun kita tetap wajib menjaga profesionalitas. Namun, jika terlantas fokus pada kekurangan bahkan secocoknya orang lain nggak memperhatikan kekurangan itu, barulah kamu wajib waspada. Masih melansir dari Psychology Today, biar Zoom Dysmorphia nggak muncul dalam Diagnostic Statiscal Manual (DSM) atau panduan diagnosa psikologi, tapi tanda-tanda fenomena ini cukup berguna diperhatikan:

Meski kegiatan pertemuan daring nggak bisa dihindari, tapi Zoom Dysmorphia bisa dicegah, lo!

Bagi sebagian orang, pertemuan daring di masa pandemi memang nggak bisa dihindari. Apalagi bagi pekerja yang menjalani work from home dan pelajar yang pantas mengikuti kelas daring. Kendati demikian, Zoom Dysmorphia tetap bisa dicegah. Berikut kaum cara mengecilkan risiko Zoom Dysmorphia:

Jika memungkinkan, jangan nyalakan kamera saat menghadiri pertemuan daring. Namun, jika memang aturannya layak menyalakan kamera, maka coba menutupi bagian layar yang menampilkan dirimu sendiri. Hal ini untuk mencegah pengamatan terhadap kekurangan diri sendiri.

Meski pertemuan daring, profesionalitas memang cukup berpengaruh. Namun, jangan berekspektasi dengan penilaian orang terhadap dirimu soal penampilan. Anggap saja, semua orang nggak peduli dengan penampilan orang lain.

Ketika sudah berhenti mengamati diri sendiri, maka kamu juga mesti berhenti mengamati penampilan orang lain. Hal ini hanya akan melangsungkanmu membandingkan penampilan mereka dengan diri sendiri. Akhirnya, tetap saja kamu akan merasa kurang percaya diri

Terbiasa menggunakan filter tidak sombong di platform pertemuan daring maupun media sosial bisa membuatmu kurang percaya diri di dunia nyata. Apalagi jika penampilanmu saat menggunakan filter justru penuh dipuji orang lain. Hal ini bisa menyebabkan kecemasan, karena penampilan yang dipuji bukan penampilan asli.

Dalam situasi apa pun, hal ini memang sangat berharga untuk dilakukan. Baik pertemuan daring, maupun tatap muka langsung di dunia nyata, kamu mesti bisa menerima pribadi senpribadi sesaling menolong mungkin. Jika ini sudah bisa dilakukan, kamu nggak perlu khawatir lagi jika mesti bertemu orang di pertemuan langsung.

Selama pandemi belum usai dan pertemuan daring masih terus berlangsung, bahaya Zoom Dysmorphia memang wajib diwaspadai. Kuncinya sih, jangan fokus sepadan kekurangan diri sendiri tapi potensi yang bisa kamu maksimalkan selama belum bisa menghadiri berjibun pertemuan langsung. Sama jangan lupa, tetap cintai diri sendiri apa adanya~